Minggu, 14 Agustus 2011

Menang dari Belajar Otodidak

Oleh Heri Faisal


Diiringi musik balad, dengan perpaduan permainan gitar, pianika, perkusi, dan harmonika, puisi berjudul “Bukit Biru Bukit Kelu” karya Taufik Ismail terasa berbeda ketika ditampilkan di Museum Adityawarman beberapa waktu lalu. Enam orang siswa MAN 2 Padang memainkan puisi penyair Angkatan ‘66 itu dengan penuh penghayatan.


Grup Nasyid MAN 2 Padang tengah berlatih di halaman sekolahnya. (f/padek)

Mereka adalah Ridho Abdul Aziz (gitar), Kurnia Nanda (vianika), Kurnia Hidayatul (vianika), Oktafril Febriansyah (lead vokal), Bizar Al-Furqon (gitar), dan Pije Jevitson (perkusi, harmonika). Semuanya anggota Grup Nasyid Shohibussalam dan Shohibatussalam yang didirikan sejak lima tahun lalu. Grup ini menjadi ekstrakurikuler (eskul) yang banyak diminati pelajar.

Taufik, guru agama di sekolah itu, menjadi pengaransemen musik. Dia pembina eskul nasyid dan sangat meminati seni. “Aransemennya sambil latihan saja sama anak-anak,” kata Taufik. Makanya ia tidak membebankan siswanya dengan target-target yang tinggi. “Yang penting tampil lepas dan menikmati saja,” tambahnya.

Patuhi Aturan Bukan Karena Polisi

Oleh Heri Faisal


Dua gadis dan jaka itu selalu tersenyum meski panas menyengat kulit putihnya. Dengan sabar, empat duta lalu lintas Sumbar ini membagikan bunga dan stiker tentang safety riding kepada pengendara beberapa waktu lalu.
Memberikan bunga memang bagian dari tugasnya sebagai duta lalu lintas. Tingginya kecelakaan, menurut Imelda Hardi, bukan untuk dihujat, tetapi mesti diselesaikan dengan perlahan. Bunga, menurutnya, simbol untuk menarik orang untuk mulai memperhatikan lalu lintas. 

Duta Lalu Lintas Sumbar, Imelda Hardi, menyapa dan memberikan bunga kepada pengendara di Jl Bagindo Aziz Chan, Padang (f/padek)

Ditanya apakah pernah melanggar rambu-rambu lalu lintas? Imelda tersipu. “Setiap kita, barangkali pernah melanggar aturan itu,” ujarnya berdiplomasi.

Duta Lalu Lintas Polresta Padang 2010 dan Duta Lalu Lintas Polda Sumatera Barat 2010 mengaku sebelum menjadi duta, pernah melanggar rambu-rambu lalu lintas. ”Waktu itu aku pernah menerobos lampu merah, tapi sekali itu aja,” katanya dengan muka merah mengenang kesalahannya.

Rivalitas Memanas

Fans Man. United vs Fans Barcelona

Oleh Heri Faisal


Final Liga Champions Eropa 2011 mempertemukan dua klub sepakbola terbaik dunia, Manchester United dan Barcelona yang digelar Sabtu (28/5) atau Minggu (29/5) dini hari waktu Indonesia dipercaya berlangsung panas. Meski digelar nun jauh di Wembley sana, hawa panasnya terasa begitu dekat dalam diri Dira Kurnia Sari, 22, fans United dan Nanda Andrean, penggemar sejati Barcelona.

Dira gemar mengoleksi sweater berlogo setan merah. Wajahnya pun ikut memerah, semerah pernak-pernik United koleksi pribadi yang ditunjukkannya kepada Padang Ekspres saat datang mengunjungi rumah kosnya di Airtawar beberapa hari lalu. Sudah 1,5 tahun gadis yang mengidolakan Wayne Rooney ini berkubang mengumpulkan apa saja yang berbau United. Ada belasan sweater, baju kaos, mainan kunci, poster, sticker, handuk, casing handphone, hingga bantal tidur.


Nanda Andrean (Fans Barcelona) dan Dira Kurnia Sari (Fans United), sama-sama optimis tim kesayangan mereka memenangi final Liga Champions di Wembley. (f/ sy ridwan)

Meski sudah punya koleksi sebanyak itu, Dira tetap berencana membeli apa saja yang berhubungan dengan MU. Kecintaannya pada klub tersebut sudah demikian besar, sampai pernah merasa kecewa begitu dalam.