Oleh Heri Faisal
Duta Lalu Lintas Polresta Padang 2010 dan Duta Lalu Lintas Polda Sumatera Barat 2010 mengaku sebelum menjadi duta, pernah melanggar rambu-rambu lalu lintas. ”Waktu itu aku pernah menerobos lampu merah, tapi sekali itu aja,” katanya dengan muka merah mengenang kesalahannya.
Dua gadis dan jaka itu selalu tersenyum meski panas menyengat kulit putihnya. Dengan sabar, empat duta lalu lintas Sumbar ini membagikan bunga dan stiker tentang safety riding kepada pengendara beberapa waktu lalu.
Memberikan bunga memang bagian dari tugasnya sebagai duta lalu lintas. Tingginya kecelakaan, menurut Imelda Hardi, bukan untuk dihujat, tetapi mesti diselesaikan dengan perlahan. Bunga, menurutnya, simbol untuk menarik orang untuk mulai memperhatikan lalu lintas.
Memberikan bunga memang bagian dari tugasnya sebagai duta lalu lintas. Tingginya kecelakaan, menurut Imelda Hardi, bukan untuk dihujat, tetapi mesti diselesaikan dengan perlahan. Bunga, menurutnya, simbol untuk menarik orang untuk mulai memperhatikan lalu lintas.
Duta Lalu Lintas Sumbar, Imelda Hardi, menyapa dan memberikan bunga kepada pengendara di Jl Bagindo Aziz Chan, Padang (f/padek)
Ditanya apakah pernah melanggar rambu-rambu lalu lintas? Imelda tersipu. “Setiap kita, barangkali pernah melanggar aturan itu,” ujarnya berdiplomasi.
Duta Lalu Lintas Polresta Padang 2010 dan Duta Lalu Lintas Polda Sumatera Barat 2010 mengaku sebelum menjadi duta, pernah melanggar rambu-rambu lalu lintas. ”Waktu itu aku pernah menerobos lampu merah, tapi sekali itu aja,” katanya dengan muka merah mengenang kesalahannya.


