Jumat, 04 Juni 2010

Pemiskinan Melalui Korporatokrasi

Oleh Heri Faisal

Judul : Membongkar Kejahatan Jaringan Internasional
Judul Asli : The Secret History of The American Empire
Penulis : John Perkins
Penerbit : Ufuk Press
Cetakan I : Maret 2009
Tebal : xviii + 465


Pernahkah kita bangga memakai pakaian bermerek Nike, Adidas, Polo, GAP dan puluhan merk lainnya yang hanya bisa didapat dengan bilangan rupiah yang tak sedikit ? Pernahkah kita tahu dimana pakaian tersebut diproduksi ? Atau pernahkah kita tahu berapa besar bayaran buruh yang mengerjakan pakaian dengan harga selangit itu ?. Pastinya kita bangga memakai pakaian bermerk dan berkualitas tinggi yang diidentikkan dengan kalangan berada tersebut. Tetapi mungkin hanya segelitir dari kita yang tahu dimana barang-barang tersebut diproduksi dan dibayar berapa karyawannya.
Sebuah pengakuan terhadap ketidakseimbangan harga produk dengan bayaran buruh yang mengerjakannya diungkapkan John Perkins dalam bukunya The Secret History of The American Empire. Perkins membeberkan fakta bahwa buruh Nike di Jakarta hanya dibayar dua dolar perhari. Padahal mereka dipaksa kerja lembur hampir 15 jam setiap harinya. Tanpa pernah perusahaan memperdulikan bagaimana kesehatan dan taraf hidup para buruhnya. Kondisi serupa juga dirasakan ratusan ribu buruh di negara perwakilan perusahaan-perusahaan besar tersebut. Terutama di negara-negara berkembang yang kekuatan hukumnya masih bisa dimonopoli oleh penguasa.

Jumat, 12 Maret 2010

Berani Merubah Sistem

Oleh Heri Faisal

Judul : The Jack Welch Secrets
Penulis : Stuart Crainer
Penerjemah : Arfan Achyar
Penerbit : Daras Books
Cetakan : I, September 2009
Tebal : 208 Halaman


Tak bisa dipungkiri, orang yang sukses adalah orang-orang yang berani mengambil resiko. Menempatkan diri untuk berani berada di zona yang tak nyaman. Jack Welch adalah salah satunya. Sempat meminta mundur saat pertama bergabung dengan perusahaan General Electric (GE) karena sistem birokrasi dan hierarki yang melelahkan, Jack akhirnya bisa dibujuk untuk bertahan.

Sistem kadangkala memang menjadi kendala utama yang menghalangi seseorang untuk berkreasi. Tapi menurut Jack, sistem itu bukanlah tembok yang harus terus disusuri. Baginya, kalau ingin sukses justru sistem yang membatasi itu yang harus ditembus. Karena kesuksesan tak pernah bisa dihalangi. Untuk menjemput sukses maka jalan menuju sukses itu yang harus dilapangkan.

Bersahabatlah dengan Gempa

Oleh Heri Faisal

             Dalam sebuah perkuliahan saya begitu tergelitik dengan komentar dosen saya tentang gempa. Peristiwa itu terjadi di minggu pertama perkuliahan pascagempa. Melihat mahasiswa di lokal yang masih was-was dan cemas terhadap gempa, Dosen ini pun maklum dan tidak jadi memberikan perkuliahan. Sedikit berceramah, ia mulai menyampaikan petuahnya seputar gempa di Sumbar.
             Saya sempat merenungkan pesannya. Kira-kira seperti ini, “ gempa tidak membunuh manusia, yang membunuh manusia hanyalah ketakutan manusia itu sendiri, maka bersahabatlah dengan gempa,” begitu pesannya. Saya sedikit tertawa mendengar ceramahnya. Mana mungkin gempa tidak membunuh. Buktinya, bangunan-bangunan runtuh akibat gempa dan menewaskan banyak orang yang tertimbun di dalamnya. Itu realita logis yang ada dipikiran saya. Saya rasa pembaca juga berpikir demikian.